Metoda Bayes Untuk Filtering Email-Spam Pada Spambully
Posted on September 20, 2009
Filed Under All-in | Leave a Comment
Naive Bayesian Filtering pendekatan Paul Graham memanfaatkan metode klasifikasi bayesian dengan dua asumsi dasar yaitu nilai atribut dari kelas yang didefinisikan independen dari nilai atribut yang lain dan prior probabilitas suatu email sebagai spam tidak diketahui. Asumsi pertama dikenal dengan sebutan naive bayesian. Pengujian dilakukan dengan menggunakan email-client yaitu Outlook Express dan aplikasi penyaring email spam spambully versi 4 edisi trial. Dengan menguji coba 188 email legitimate dan 48 email spam. Langkah-langkah dalam pengujian sebagai berikut :
1. Intalasi SpamBully V4 sebagai plugin pada Outlook Express.
2. Menetapkan legitimate email (contoh 188 email) dan spam email (contoh 48 email) sebagai data training.

Free Download
Posted on September 15, 2009
Filed Under All-in | Leave a Comment
Silahkan download beberapa handy tools (program tanpa installasi) yang bermanfaat untuk memperoleh kembali username dan password. Kami sarankan program-program tersebut hanya untuk keperluan yang sifatnya darurat dan bukan untuk eksploitasi. Segala hal yang dapat merugikan akibat penggunaan program ini menjadi tanggung jawab pemakai.
Penyaring Email Spam Menggunakan “Bayesian Filter”
Posted on Juli 3, 2009
Filed Under All-in, Kampus | Leave a Comment
1. Pendahuluan
Spam-mail dapat didefinisikan sebagai “unsolicited bulk e-mail” yaitu e-mail yang dikirimkan kepada ribuan penerima (recipient) yang sebenarnya email tersebut tidak dikehendaki oleh penerima email. Spam mail biasanya dikirimkan oleh perusahaan yang menawarkan suatu produk tertentu. Karena fasilitas e-mail yang mudah dan murah untuk diterapkan dengan mengirimkan ke sejumlah penerima, maka spam mail menjadi semakin merajalela. Pada survey yang dilakukan oleh Cranor & La Macchia (1998), ditemukan bahwa 10% dari mail yang diterima oleh suatu perusahaan adalah spam-mail. Spam-mail dapat dikategorikan kedalam istilah-istilah berikut :
• Junk mail yaitu e-mail yang dikirimkan secara besar-besaran dari suatu perusahaan.
• Non-commercial spam, email berantai yang dikirimkan secara masal tanpa tujuan komersial tertentu
• Pornographic spam yaitu e-mail yang dikirimkan secara masal yang mengandung konten pornografi
• Virus spam yaitu e-mail yang dikirimkan secara masal yang mengandung virus worm, atau Trojans.
Agar email yang diterima dapat dikategorikan spam atau tidak diperlukan penyaringan email agar email dapat dikategorikan sebagai email spam (ham mail) atau bukan spam (legitimate mail). Penerapan algoritma penyaringan email spam (spam-mail filter) yang sebagian besar menggunakan metoda menyamakan (matching) berdasarkan pola pesan (message) yang diterima. Dengan metode ini maka aturan harus diatur secara manual pada kotak masuk email (inbox). Pengaturan ini menjadi tidak efektif karena pola karakteristik spam-mail terus berubah, sehingga diperlukan metoda penyaringan yang dapat memisahkan spam-mail dari ham-mail berdasarkan pola-pola pesan yang telah diperoleh sebelumnya sebagai data awal.
Cookies
Posted on Mei 6, 2009
Filed Under All-in, Kampus | 3 Comments
COOKIES
Cookies adalah file teks yang ditulis oleh browser ke dalam komputer client yang berisi informasi yang dikirimkan oleh server. Cookies dirancang agar hanya dapat dibaca oleh situs web yang menciptakanya. Cookies terdiri dari pasangan nama dan nilai yang disebut piece data, cookies juga bukan merupakan program sehingga tidak dapat melakukan apapun. Informasi didalam cookies yang telah disimpan pada komputer client selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh server situs web untuk mengidentifikasikan client ketika mengunjung server yang membuat cookies. Cookies memiliki tanggal kedaluarsa sehingga ketika cookies kadaluarsa maka cookies akan diperbaharui.
Metode Analytical Hierarchy Proses (AHP)
Posted on April 29, 2009
Filed Under All-in, Kampus | 1 Comment
PEMILIHAN METODE ASSESMENT DALAM MATAKULIAH PENERBITAN DAN PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
ABSTRAK
Tulisan ini membahas bagaimana melakukan metode assesment atau penilaian terhadap studi mahasiswa dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode untuk memperoleh solusi terbaik dari beberapa alternatif solusi yang ada dengan memanfaatkan perbandingan menurut pasangan (pairwise comparison) sebagai dasar dalam menetapkan pilihan. Dengan prinsip dekomposisi (decomposition) maka persoalan yang utuh akan dipecah menjadi unsur-unsur persoalan yang lebih sederhana sehingga menjadi lebih terstruktur. Kemudian dilakukan studi komparatif (comparative judgement) yaitu nilai kepentingan relatif dari dua komponen pada tingkat tertentu yang berkaitan dengan elemen tingkat pada level diatasnya. Langkah berikutnya dengan menentukan prioritas (priority judgement) melalui matriks pairwise comparison, sehingga dapat ditentukan nilai eigenvectornya. Dengan metode ini seorang pengajar akan terbantu dalam menetapkan metode yang tepat untuk melakukan assesment atau penilaian hasil belajar, sehingga hasil assesment sesuai dengan kriteria-kriteria objektif yang didasarkan atas kompetensi yang diharapkan dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web.
Kata kunci : Assesment, Penerbitan Dan Pemrograman Web, Analytical Hierarchy Process.
Tahapan Model Proses MSF
Posted on April 17, 2009
Filed Under Kampus | Leave a Comment
1.2.2. Model Proses Microsoft Solution Framework (MSF).
Model ini menggabungkan dua macam model proses terdahulu dengan menerapkan prinsip-prinsip terbaik dari masing-masing model yaitu pada model waterfall dimana titik transisi yang jelas pada setiap tahap pengembangan sistem, maka akan memudahkan tim pengembang perangkat lunak dalam memonitor penjadwalan proyek, menetapkan tanggung jawab dan akuntabilitas peran personal dalam proyek perangkat lunak, sedangkan pada model spiral berbasiskan pada kebutuhan keberlanjutan untuk menyaring kebutuhan-kebutuhan sistem dan estimasi proyek secara keseluruhan. Selain itu model ini menerapkan perancangan model proses yang lebih dinamis dengan terus beradaptasi terhadap kebutuhan proses bisnis dimasa yang akan datang sehingga aplikasi memiliki versi yang berbeda dengan fitur-fitur yang mengalami peningkatan dari waktu kewaktu.
Model proses Microsoft Solution Framework akan menguraikan urutan aktivitas untuk membangun dan menyebarkan solusi perusahaan (enterprise), fleksibel dan dapat mengakomodasi pengembangan dan desain yang luas, berbasiskan fase (tahapan) seperti pada model waterfall, dan diterapkan untuk pengembangan perangkat lunak dengan versioning.
Model proses MSF memiliki tahapan-tahapan yang berbeda dengan model proses waterfall dan spiral. MSF mengenal lima tahapan yang disebut dengan Envisioning Phase, Planning Phase, Developing Phase, Stabilizing Phase, dan Deploying Phase. Pada setiap phase merupakan tahapan-tahapan yang berbeda dan mencapai kulminasi pada sebuah milestone dan mengasilkan derivelable.
keep looking »



