Welcome To My BLOG

Still Enjoy To Browsing

    Translate from:

    Translate to:

Unified Modeling Language dalam RPL

PENGANTAR UNIFIED MODELING LANGUAGE (UML)

1.1. Paradigma Dan Prinsip Berorientasi Objek.
Pada awal mula rekayasa perangkat lunak dibuat pemrograman terstruktur menjadi mainstream. Para programmer mulai mengembangkan blok-blok kode yang baku untuk melaksanakan operasi seperti misalnya operasi pembuatan laporan, pencetakan, dan operasi lainnya yang kemudian diduplikasikan dan disisipkan di dalam program-program aplikasi. Dengan demikian dapat mengurangi waktu pengembangan aplikasi yang baru, hal ini akan akan menjadi rumit apabila perubahan harus dilakukan pada blok kode program. Sebab pengembang harus lebih dulu membuat perubahan dimana kode tersebut nantinya akan di gunakan kembali pada aplikasi yang berbeda.
Pemrograman terstruktur (menggunakan bahasa pemrograman terstruktur seperti bahasa pascal, basic, foxpro dan lainya) memberikan beberapa tantangan dalam pengembangan perangkat lunak kedepan, dan tantangan tersebut dijawab dengan pemrograman berorientasi objek (bahasa C++, Java, Visual Basic) untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Pada Object Oriented Programming, pengembang aplikasi membuat blok-blok kode yang disebut dengan Class atau Object dimana Class dan Objek ini digunakan oleh berbagai macam program aplikasi untuk kebutuhan yang berbeda. Jika salah satu Class atau Object dimodifikasi maka pengembang hanya membuat satu perubahan saja pada Class atau Object tersebut sehingga instan class akan mengikuti perubahan yang terjadi. Didalam paradigma berorientasi objek pengembang mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap applikasi. Dengan pendekatan berorientasi objek, aplikasi dibagi menjadi bagian-bagian kecil object (berupa Class) yang tidak terikat satu sama lain. Selanjutnya aplikasi dibangun dengan menyatukan object-object kecil ini menjadi aplikasi yang lengkap dan siap untuk digunakan. Sebagai contoh object dalam pemrograman berorientasi objek adalah kontrol server seperti Textbox, Combobox, Button dan kontrol-kontrol lainya, atau programmer dapat membuat definisi class tersendiri secara khusus.
Pada pemrograman terstruktur untuk merancang sebuah form dengan kontrol listbox, textbox dan button di dalamnya, programmer harus menuliskan baris kode yang panjang untuk membuat tampilan form dan masing-masing kontrol tersebut kedalam struktur kode program yang terdiri dapat terdiri dari record, prosedur dan fungsi. Contoh yang lainya apabila programmer ingin menampilkan tombol Ok dan Cancel yang dapat menerima masukan melalui event klick mouse, maka programer menulis kode program untuk menampilkan bentuk tombol OK dan Cancel tersebut dengan menggunakan unit grafis, kemudian menuliskan kode untuk kejadian (event) klik mouse pada tombol tersebut untuk menjalankan fungsi tertentu didalam aplikasi.
Salah satu keuntungan pendekatan berorientasi objek adalah kemampuan untuk membangun komponen secara seketika dan langsung dapat digunakan secara berulang-ulang. Misalnya dengan menambahkan kontrol combobox didalam form dan mengatur nilai properti dari combobox tersebut sesuai dengan kebutuhan dalam aplikasi. Sehingga memanfaatkan form yang mengandung object yang sama pada kebutuhan lainya sangat dimungkinkan, hanya dengan merubah nilai properti dari objek tersebut dan kode program.
Lalu bagaimana paradigma berorientasi objek ini berbeda dengan pendekatan terstruktur dalam pengembangan perangkat lunak ?.

Read more »

Metoda Bayes Untuk Filtering Email-Spam Pada Spambully

Naive Bayesian Filtering pendekatan Paul Graham memanfaatkan metode klasifikasi bayesian dengan dua asumsi dasar yaitu nilai atribut dari kelas yang didefinisikan independen dari nilai atribut yang lain dan prior probabilitas suatu email sebagai spam tidak diketahui. Asumsi pertama dikenal dengan sebutan naive bayesian. Pengujian dilakukan dengan menggunakan email-client yaitu Outlook Express dan aplikasi penyaring email spam spambully versi 4 edisi trial. Dengan menguji coba 188 email legitimate dan 48 email spam. Langkah-langkah dalam pengujian sebagai berikut :

1. Intalasi SpamBully V4 sebagai plugin pada Outlook Express.
filter1

2. Menetapkan legitimate email (contoh 188 email) dan spam email (contoh 48 email) sebagai data training.

filter2

Read more »

Free Download

Silahkan download beberapa handy tools (program tanpa installasi) yang bermanfaat untuk memperoleh kembali username dan password. Kami sarankan program-program tersebut hanya untuk keperluan yang sifatnya darurat dan bukan untuk eksploitasi. Segala hal yang dapat merugikan akibat penggunaan program ini menjadi tanggung jawab pemakai.

Penyaring Email Spam Menggunakan “Bayesian Filter”

1. Pendahuluan

Spam-mail dapat didefinisikan sebagai “unsolicited bulk e-mail” yaitu e-mail yang dikirimkan kepada ribuan penerima (recipient) yang sebenarnya email tersebut tidak dikehendaki oleh penerima email. Spam mail biasanya dikirimkan oleh perusahaan yang menawarkan suatu produk tertentu. Karena fasilitas e-mail yang mudah dan murah untuk diterapkan dengan mengirimkan ke sejumlah penerima, maka spam mail menjadi semakin merajalela. Pada survey yang dilakukan oleh Cranor & La Macchia (1998), ditemukan bahwa 10% dari mail yang diterima oleh suatu perusahaan adalah spam-mail. Spam-mail dapat dikategorikan kedalam istilah-istilah berikut :

• Junk mail yaitu e-mail yang dikirimkan secara besar-besaran dari suatu perusahaan.

• Non-commercial spam, email berantai yang dikirimkan secara masal tanpa tujuan komersial tertentu

• Pornographic spam yaitu e-mail yang dikirimkan secara masal yang mengandung konten pornografi

• Virus spam yaitu e-mail yang dikirimkan secara masal yang mengandung virus worm, atau Trojans.

Agar email yang diterima dapat dikategorikan spam atau tidak diperlukan penyaringan email agar email dapat dikategorikan sebagai email spam (ham mail) atau bukan spam (legitimate mail). Penerapan algoritma penyaringan email spam (spam-mail filter) yang sebagian besar menggunakan metoda menyamakan (matching) berdasarkan pola pesan (message) yang diterima. Dengan metode ini maka aturan harus diatur secara manual pada kotak masuk email (inbox). Pengaturan ini menjadi tidak efektif karena pola karakteristik spam-mail terus berubah, sehingga diperlukan metoda penyaringan yang dapat memisahkan spam-mail dari ham-mail berdasarkan pola-pola pesan yang telah diperoleh sebelumnya sebagai data awal.

Read more »

Cookies

COOKIES

Cookies adalah file teks yang ditulis oleh browser ke dalam komputer client yang berisi informasi yang dikirimkan oleh server. Cookies dirancang agar hanya dapat dibaca oleh situs web yang menciptakanya. Cookies terdiri dari pasangan nama dan nilai yang disebut piece data, cookies juga bukan merupakan program sehingga tidak dapat melakukan apapun. Informasi didalam cookies yang telah disimpan pada komputer client selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh server situs web untuk mengidentifikasikan client ketika mengunjung server yang membuat cookies. Cookies memiliki tanggal kedaluarsa sehingga ketika cookies kadaluarsa maka cookies akan diperbaharui.

Read more »

Metode Analytical Hierarchy Proses (AHP)

PEMILIHAN METODE ASSESMENT DALAM MATAKULIAH PENERBITAN DAN PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

ABSTRAK

Tulisan ini membahas bagaimana melakukan metode assesment atau penilaian terhadap studi mahasiswa dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode untuk memperoleh solusi terbaik dari beberapa alternatif solusi yang ada dengan memanfaatkan perbandingan menurut pasangan (pairwise comparison) sebagai dasar dalam menetapkan pilihan. Dengan prinsip dekomposisi (decomposition) maka persoalan yang utuh akan dipecah menjadi unsur-unsur persoalan yang lebih sederhana sehingga menjadi lebih terstruktur. Kemudian dilakukan studi komparatif (comparative judgement) yaitu nilai kepentingan relatif dari dua komponen pada tingkat tertentu yang berkaitan dengan elemen tingkat pada level diatasnya. Langkah berikutnya dengan menentukan prioritas (priority judgement) melalui matriks pairwise comparison, sehingga dapat ditentukan nilai eigenvectornya. Dengan metode ini seorang pengajar akan terbantu dalam menetapkan metode yang tepat untuk melakukan assesment atau penilaian hasil belajar, sehingga hasil assesment sesuai dengan kriteria-kriteria objektif yang didasarkan atas kompetensi yang diharapkan dalam matakuliah penerbitan dan pemrograman web.

Kata kunci : Assesment, Penerbitan Dan Pemrograman Web, Analytical Hierarchy Process.
Read more »